Home / News / Tidak Ada Dusta Di Antara Kita – Tidak Ada Duka Di Antara Kita

Tidak Ada Dusta Di Antara Kita – Tidak Ada Duka Di Antara Kita

Kepada yang menyampaikan belasungkawa dan turut berduka cita atas kepergian Pangersa Umi Aos, Hadrotusyeikh Abah Aos Ra Qs memaklumi dan menyampaikan, demikianlah umumnya dan yang berlaku umum orang-orang menyikapi serta memberi respon terhadap kematian dan perpisahan.
Sikap khusus dan berbeda ditunjukkan oleh HadrotMaulana Abah Aos Ra Qs. Terhadap kepergian Pangersa Umi, Abah Aos menyampaikan, “Setelah 49 tahun pernikahan tidak ada dusta di antara kita, kini saat Umi pergi, tidak ada duka di antara kita. Umi pergi suka dan Abah yang ditinggal suka.”
Pangersa Umi pergi menemui Guru Agungnya yang telah lebih dulu pergi, Abah Anom yang selalu dan sangat membanggakannya. Umi Aos adalah jimat Abah, pejuang sejati, murid jadi, dan kekasih para kekasih Alloh. Pasti tidak akan duka, melainkan suka cita, berkumpul dengan seluruh Ahli Silsilah jalur TQN Ma’had Suryalaya.
Bagi Pangersa Abah, Umi tidak pernah pergi, selalu ada di sisi Abah, bermujalasah bersama seluruh Ahli Silsilah. Mudah bagi Abah ‘berkomunikasi’ dengan seorang Umi, karena ruhnya selalu dalam genggamannya, sebagaimana murid-murid yang disayanginya.
Ya…Yang meninggal suka dan yang ditinggal suka… Maksudnya?
Pesan dari Pangersa Abah Aos jelas, sejatinya bagi para Pecinta Kesucian Jiwa murid Pangersa tidak turut apalagi larut berduka cita melainkan turut bersuka cita atas kematian, kepada perpisahan dengan orang-orang terdekat sekalipun. Mengapa demikian?
Pertama, karena yang kita mengerti sebagai kematian sesungguhnya adalah awal kehidupan yang kekal dan abadi. Bagi para aulia dan para pecinta kesucian jiwa, kematian adalah kehidupan yang membahagiakan karena akan berkumpul dengan ruh-ruh suci barisan kekasih Alloh dari kalangan malaikat, para Nabi, para Rosul, para syuhada dan orang-orang sholeh.
Kedua, karena yang kita mengerti sebagai perpisahan sesungguhnya adalah perjumpaan seorang hamba yang sholeh dan sholehah dengan Tuhannya, Alloh Yang Maha Kekal dan kembali kampung Asal kita semua, daarul akhirat.
Ketiga, karena yang kita mengerti sebagai dia yang sudah tiada sesungguhnya mereka ada di sekitar kita, di saat kita memanggil-manggil mereka dalam tawasul-tawasul kita…
Subhanalloh wal hamdulillah, haturmilyun Nuhun Abah, atas keteladanan dan pengajaran Engkau kepadaku tentang hakikat kematian dan perpisahan serta bagaimana secara benar kita menyikapi keduanya…
Selamat jalan Umi, we love you as much as Abah Aos loves you…
Salam hormat dari penggemar ikan pindangmu, al-Kholish
Foto: Tampak tadi Pangersa Abah Aos memimpin ziyaroh bersama para putra-putri mantu ke makam Umi setelah melewati tujuh hari kepulangan.

Comments

comments

Check Also

Dzikir Itu Alat Pencuci Darah Kotor

Dzikir itu cuci darah. Kanjeng Nabi Muhammad Shollalohu ‘alaihi salam bersabda, ‘Dan sesungguhnya Syetan merasuk ...