Home / Artikel / Tentang Dzikir / Tanda-tanda Seseorang di Maqom Ikhlas

Tanda-tanda Seseorang di Maqom Ikhlas

ALLOH hanya memerintah kita beribadah kecuali dengan ikhlas. Ibadah yang tidak (ada) Ikhlas(-nya) tidak diperintah [wamaa umiruu illa liya’budulloha mukhlishina lahuddin]. Ikhlas itu ada-nya di hati, yaitu hati yang bersih dari ingatan-ingatan lain selain ALLOH. Kalau hati seseorang kekal hanya ingat ALLOH, tanda-nya ia telah kekal ber-LILLAHI TA’ALA. Semuanya segalanya selamanya semata karena ALLOH. Inilah manusia yang dawam hatinya dengan degup Dzikir KHOFI. Kalau sudah demikian, gerak lahir-batinnya, kulit-jeroan-nya, dan daging-tulang sumsus-nya telah menjadi ibadah yang diperintah (dan diterima) ALLOH. Meski badan ke mesjid, sholat menghadap kiblat, dan ruku-sujud di atas sajadah, tapi hatinya lupa (ghoflah) kepada ALLOH, maka ia tidak termasuk ibadah yang diperintah (dan diterima). Seorang manusia yang hatinya dipenuhi ingatan (kepada) ALLOH maka ia tidak akan ketemu penyakit bingung, susah, benci, sombong, hasud, dan segala penyakit hati. Sebaliknya, akan menjadi manusia cageur bageur kepada sesama, masyarkat dan Negara

–Hadrotusyeikh Bahru-syari’ah wa Sulthonu-thoriqoh Abah Aos Ra Qs–

Salam, al-Khoolish

#HatiIkhlasYaituHatiYangSudahTersimpanIkhlasDiDalamnya
#DisimpanOlehSeorangYangSudahPunyaDanDiberiKuasaMenyimpanIkhlas
#YangDisimpanAdalahSatuNamaALLOHYangMengandung4000Namanya
#SatuNamaYangTidakTerpisahDenganPemilikNama
#SatuNamaSekaligusMerupakanDzatnya

Comments

comments

Check Also

Amalan Agar Ruh Tidak Dipenjara di Alam Karantina

Alam barzakh adalah alam karantina. Alam barzakh bukan hanya cerita tentang alam selepas kematian tapi ...