Home / Tag Archives: naqsyabandiyyah

Tag Archives: naqsyabandiyyah

Jangan Suka Menceritakan Masalah, Dzikir Saja

Dzikir 165 x itu bagi yang dompet-nya sudah penuh. Tapi bagi yang dompet-nya masih kosong, Dzikirnya ya 561 x sekali duduk. Mulai sekarang jangan suka menceritakan masalah atau keingingan, tinggal Dzikir saja. –Hadrotusyeikh Kaya Raya Abah Aos Ra Qs– Salam, al-Khoolish #YukIsiDompetAgarPenuhDenganDzikir #DompetUkhrowiLatifahYangTujuh

Read More »

Bukan Ajaran Coba-coba

Ajaran kita bukan ajaran coba-coba. Dzikir dan Amaliyah lainnya adalah ‘Khirqoh’, bekas pakai, para Guru Agung yang telah ‘wushul’ dan mencapai kedudukan al-‘Arif-billah. Berkah itu ada pada sisa, ajaran yang jadi amalan ini adalah sisa mereka (124 ribu Anbiya dan 124 ribu Aulia). Kita mengamalkannya berkah dan pasti akan mendapat ...

Read More »

Hakekat Miftahushudur adalah Syeikh Mursyid

“MIFTAHUSHUDUR [Kunci Pembuka Dada-dada] itu adalah Kitab. Hakikat MIFTAHUSHUDUR adalah Abah Anom. Ingin tahu siapa Abah Anom baca MIFTAHUSHUDUR. Beliaulah Guru Agung yang mampu mengubah dada-dada yang menciut jadi mencuat; yang suka ketus jadi ceria; perasaan yang sempit menjadi lapang dan luas; yaitu, dengan cara menanamkan Dzikir yang kita rawat ...

Read More »

Selaraskan Dua Dzikir untuk Keselarasan Hidup

Kalimah IMAN: LAA ILAAHA ILLALLOH. IMAN-nya, yaitu yang disimpan (oleh Guru Agung melalui Talqin) di dalam hati. Amalkan (Dzikir) Kalimah Iman dan Dzikir Iman-nya dengan selaras untuk keselarasan hidup. Kalau mengaku ber-iman, gerak-gerik dan tindak tanduk kita (harus) mencerminkan orang yang sudah punya iman. Punya iman bukan hanya pengakuan di ...

Read More »

Nabi Dzikir keras, Terdengar orang Kafir

Dulu, ketika telinga orang-orang Kafir mendengar Kanjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam berdzikir, mereka menyatakan Kanjeng Nabi sudah gila, berdasarkan al-Qolam: 51 [lamma samiuu’ dzikro wa yaquuluna innahu lamajnun]. Ketika telinga mereka mendengar, berarti suara (Dzikir) Nabi keras. Kalau tidak keras tidak mungkin terdengar mereka. Inilah dalil akurat Dzikir Jahar. ...

Read More »

Ujian Kenaikan Pangkat Kewalian

Terhadap segala cobaan yang datang, hadapi. Terhadap halangan dan rintangan, kita harus kuat dan bisa mengatasinya. Agar mampu membuang rasa kecewa atau gundah gulana di sepanjang perjalanan, hidupkan rasa LILLAHI TA’ALA di relung hati, penuhi setiap inci diri dengan Dzikir KHOFI: biarkan IA merambahi setiap lapis kulit, daging, tulang hingga ...

Read More »

Ceramah Ilmu yang Sudah Dirasakan Manfaatnya

Sejak dulu Abah mah datang kemana saja tidak suka dan tidak pernah bicara yang lain selain hanya memperkenalkan Guru Agung Abah Anom, Suryalaya, Dzikir, dan apa yang diajarkannya tentang Iman Islam dan Ihsan. Tidak suka dan tidak pernah jualan barang dagangan orang lain. Tidak akan berhenti bicara kalau belum nyebut ...

Read More »

Hidayah Thoriqoh Itu Anugrah

Kalau bukan Anugrah ALLOH, kita tidak akan bertemu Guru Agung, mengambil Talqin, dan mengamalkan Dzikir-nya. Sebab, banyak yang secara georafis dekat dengan Suryalaya tapi tidak mau kenal Suryalaya. Paman Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam saja, Abi Tholib, tidak mau mengenal Muhammad sebagai Rosul ALLOH, namun hanya sebagai kemenakan yang ia cinta ...

Read More »

Puncak Dzikir Itu Cinta ALLOH

Kalau kita mencintai ALLOH maka cinta itu akan otomatis tembus kepada seluruh ciptaanNya. Tapi kalau kita mencintai ciptaanNya belum tentu otomatis tembus kepada PenciptaNya. Makanya kita belajar Dzikir agar tumbuh perasaan cinta kepada ALLOH [mahabbatulloh]: seorang yang telah dikaruniai ‘mahabbahtulloh’ akan (tembus) mencinta dan menyayangi seluruh ciptaanNya yang ada di ...

Read More »

Dzikir Itu Pembasmi Penyakit Males

Sekali Abah tegaskan bahwa Thoriqoh itu bukan tujuan melainkan ‘usaha’ untuk mendapatkan hasil agar bisa sampai tujuan. Kalau gerak peragaan ibadah sudah diajarkan ilmu Fiqh… Sementara penyawaan dan perasaan ibadah diperolehnya dengan Dzikir (thoriqoh), agar kita (slalu) di-‘mau’-kan ibadah. Sebab seringkali misalnya bukan kita tidak bisa bertani, berdagang, tapi ‘mau’-nya ...

Read More »