Home / Tag Archives: abah anom

Tag Archives: abah anom

Dalil Shohih 1 x Dzikir Jahar Hapus 4000 Dosa Besar

Tak bosan-bosan Abah menganjurkan kepada para Ikhwan-Akhwat agar benar-benar dalam Dzikir-nya. Sebab hanya dengan cara (Dzikir) itu kita akan mendapat ampunan [maghfiroh] ALLOH, berdasarkan sabda Kanjeng Nabi Muhammad SAW, ‘Siapa yang Dzikir 1 x LAA ILAAHA ILLALLOH dengan sungguh-sungguh (berisi), maka 4000 dosa besar-nya diampuni ALLOH [man qoola laa ilaaha ...

Read More »

Tembuskan Dzikir dari Ingatan ke Rasa, ke Mesra, ke Cinta

Mengamalkan Dzikir itu jangan semau-maunya. Kalau sedang (Dzikir) berjamaah, harus kompak, manteb, dan berbobot. Jangan melengking sendiri mengganggu yang lain. Harus senada, seirama, dan seimbang, makin lama makin meningkat. Yang sedang kita latih ini adalah dalamnya ingatan kita, rasa kita, kemesraan kita, kecintaan kita, ketahudirian kita kepada ALLOH. Kalau kita ...

Read More »

Amalan Penghalau Godaan Syetan

Suatu kali Syetan menghadap ALLOH, memohon, ‘Ya ALLOH mohon kami diizinkan untuk ikut mengatur hidup manusia, kami mau ajak mereka ke jalan kami, agar mereka tidak mau beri-Iman kepadaMu.’ Permohonan Syetan itu dikabulkan ALLOH, namun kata Syetan, ‘Kalau hambaMu yang ikhlas kami tidak berani (kami ajak).’ Jadi, Syetan itu takutnya ...

Read More »

Ingin jadi Wali ALLOH? Talqin Dzikir!

Kalau ada yang mengatakan thoriqoh itu berat, perkataan itu bohong. Itu omongan zaman Kolonial, untuk memisahkan ajaran Islam, agar manusia tidak sampai teguh iman-nya. Tidak berat thoriqoh itu, seandainya dibawa pun masih lebih berat dompet, yang bisa sampai 2 ons, tapi inget kepada ALLOH, 1 ons pun tidak sampai, karena ...

Read More »

Amalan Dzikir Agar Ringan dan Senang Ibadah

Sekali Abah tegaskan bahwa Thoriqoh itu bukan tujuan melainkan ‘usaha’ untuk mendapatkan hasil agar bisa sampai tujuan. Kalau gerak peragaan ibadah sudah diajarkan ilmu Fiqh… Sementara penyawaan dan perasaan ibadah diperolehnya dengan Dzikir (thoriqoh), agar kita (slalu) di-‘mau’-kan ibadah. Sebab seringkali misalnya bukan kita tidak bisa bertani, berdagang, tapi ‘mau’-nya ...

Read More »

Ciri Murid yang Sudah Di-BISA-kan Dzikir

Hati-hati (harus) mawas diri, jangan karena sudah punya thoriqoh kita merasa senang karena sudah ‘ngalap’ thoriqoh, sudah mengamalkan Dzikir, tapi, hasil dari Dzikir-nya tidak terlihat dan terasa (oleh orang lain). Apa bekas Dzikir-nya kalau kita masih suka ribut dan senang bertengkar? Ciri orang yang sudah ‘bisa’ Dzikir, tiada lain perilaku ...

Read More »

AMALAN DZIKIR ORANG BERIMAN AGAR JADI MUKMIN SEJATI

Kalimah IMAN: LAA ILAAHA ILLALLOH. IMAN-nya, yaitu yang disimpan (oleh Guru Agung melalui Talqin) di dalam hati. Amalkan (Dzikir) Kalimah Iman dan Dzikir Iman-nya dengan selaras untuk keselarasan hidup. Kalau mengaku ber-iman, gerak-gerik dan tindak tanduk kita (harus) mencerminkan orang yang sudah punya iman. Punya iman bukan hanya pengakuan di ...

Read More »

Ciri Manusia yang Dipimpin ALLOH, bukan THOGHUT

Ada dua jenis manusia, berdasarkan Qs 2:257. Satu, manusia yang hidupnya dipimpin oleh ALLOH. Golongan manusia ini akan dijauhkan, dihindarkan, dari segala kesalahan dan kegelapan. Mereka akan selalu mendapat terang cahaya [Nur] ALLOH, selalu disampaikan ke jalan kebaikan: hidup rukun, saling sayang-menyayangi, rajin dan sungguh-sungguh dalam kebaikan, taat Agama dan ...

Read More »

DALIL AKURAT DZIKIR JAHAR

Dulu, ketika telinga orang-orang Kafir mendengar Kanjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam berdzikir, mereka menyatakan Kanjeng Nabi sudah gila, berdasarkan al-Qolam: 51 [lamma samiuu’ dzikro wa yaquuluna innahu lamajnun]. Ketika telinga mereka mendengar, berarti suara (Dzikir) Nabi keras. Kalau tidak keras tidak mungkin terdengar mereka. Inilah dalil akurat Dzikir Jahar. ...

Read More »

Cara Guru Me-Wushul-kan Murid

Ketika membaca ILA HADROTI, Guru Agung (sedang) me-‘wushul’-kan kita ke Hadrot Nabi Muhammad shollalohu ‘alaihi wasallam. ILA itu artinya sampai, tidak berjarak dan tidak ada jeda. Lalu ketika membaca ILAHI ANTA…WARIDLO-KA… kita (sedang) di-‘wushul’-kan ke Hadrot ALLOH Subhanahu wata’ala. ANTA dan KA di situ artinya: antara kita dengan Hadrot ALLOH ...

Read More »