Artikel Terbaru

Mengamalkan Dzikir seperti Main Layang-layang

Mengamalkan Dzikir dan menjalankan Amaliyah itu seperti bermain layang-layang. Ketika di awal menerbangkannya, kita harus berusaha keras, apalagi bila tak ada angin kencang bergembus, menarik-narik dan mengulur benang agar layang-layang (terus) naik, terbang. Namun, ada saat ketika kita tak perlu lagi berjuang keras menarik-ulur benang. Yaitu, saat akhirnya layang-layang mengudara …

Read More »

Puncak Dzikir itu Cinta

Puncak Dzikir itu cinta. Cinta kepada-Nya. Cinta terhadap siapa saja dan segala sesuatu yang dicintai-Nya. Kalau Dzikir masih ‘menyusuri’ (tujuh) lathifah itu tanda masih jauh (perjalanan). Cinta-Nya adalah yang utama dan di atas segalanya –Hadrotusyeikh Habiburrohman Abah Aos Ra Qs– Salam, al-Khoolish #BuahDzikirCintaKekasihNyaAlloh #MencintaiAmalanDanKebiasaanKekasihAlloh #MencintaiAbahAosSegalanyaSemuanyaSelamanya Comments comments

Read More »

Dzikir itu Pisau Penyembelih Hawa Nafsu

Dzikir itu pisau yang tajam [sikien]. Untuk apa? Untuk menyembelih hawa nafsu. Nafsu Amarah, sembelih. Nafsu Lawwamah, sembelih. Nafsu Mulhimah, sembelih. Bahkan Nafsu Muthmainah saja masih kita sembelih. Pada masa Tuan Syeikh [Ahli Silsilah 19], penyembelihan Nafsu-nafsu itu dilakukan satu persatu dengan jumlah bilangan Dzikir tertentu. Sekarang, penyembelihannya kita cicil …

Read More »

Siapakah yang Paling Tahu Maqom Spiritual Kita?

Ketahuilah, yang tau kedudukan ruhani [maqom] kita itu sesungguhnya ya diri kita sendiri. Bagaimana orang lain tau kedudukan (ruhani) kita kalau diri kita sendiri saja tidak tau. Salah satu alat deteksi sampai sejauhmana perjalanan kita mengamalkan Dzikir, lihatlah diagram lathifah yang tujuh –Hadrotusyeikh Washilatu Tholibien Abah Aos Ra Qs– Salam, …

Read More »

Inilah Dua Sayap Terbang ke Langit

Dua Dzikir yang kita amalkan itu adalah dua sayap untuk terbang ke langit [taroqqi] dan untuk mendarat ke bumi [tanazul]. Keduanya untuk meningkatkan rasaning rasa ke dalam diri: kita slalu ingat, merasa dilihat, dekat, dan slalu bersama-NYA; menajamkan rasaning rasa keluar diri: kita lebih peka, peduli, dan kasih sayang terhadap …

Read More »

Saat-saat Terbaik Mengisi 7 Lathifah

Tawajjuh itu adalah saat-saat kita mengisi tujuh lathifah. Dawamkan, tenggelamkan diri dalam tawajjuh di mana saja kapan saja, utamanya selepas shubuh hingga sholat Isyroq. Di kedalaman tawajjuh itulah kita memohon agar ketujuh lathifah kita terisi penuh, makin kokoh, makin kuat, makin bulat, makin mantap, dan tak tergoyahkan. Tawajjuh itu semakin …

Read More »

3 Tanda Seseorang telah Tenggelam di Lautan Dzikir

Pokok Dzikir itu nikmat dan manis [Wa ashlu ad-dzikr attaladzu wal halawah]. Jika seseorang telah tenggelam dalam (lautan) Dzikir-nya maka ia akan jadi manusia yang selalu khusu’, mudah berlinang air mata, dan merasakan terbakarnya segala dosa-dosa [fain gholaba ‘alaika fakhusu’u, wa dumu’u, wa istigroqu] –Hadrotusyeikh Sirrul Asror Abah Aos Ra …

Read More »