Home / News / Menghina Berarti Lupa Sang Pencipta

Menghina Berarti Lupa Sang Pencipta

“Kita berDzikir untuk semakin teresapi kesadaran semua yang ada adalah ciptaanNya, milikNya dan dariNya. Oleh karenanya, kalau kita benar-benar dalam ingat kepadaNya maka kita tidak akan (bisa) membenci, mencela, atau mencibir kepada apapun, kepada siapapun. Karena kalau melakukannya maka tembus kepada Yang Maha MengADAkan semua itu. Demikian, kita harus meraba diri: ketika menghina, pasti karena kita sedang lupa kepada Yang Menciptakan (sesuatu atau seseorang) yang kita hina itu.”
–Hadrotusyeikh al-Kamil Abah Aos Ra Qs–
Salam, al-Khoolish [12 Mei 2017, 15:09]

#SesamaMuridAbahJanganSalingMenghina
#MenghinaMuridAbahSamaMenghinaAbah
#SesamaMuridJanganSalingMembenci
#MembenciMuridAbahMembenciAbah
#SemuaMuridAbahAdalahMilikAbah

Comments

comments

Check Also

Cara Memparipurnakan Ibadah

Ibadah harus paripurna, hadir tiga-tiganya. Satu, Islam itu ibadah raga. Pekerjaan jasad, terlihat gerak-gerik lahirnya, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *