Home / News / Kedisinian dan Kebeginian dalam Dzikir Khofi

Kedisinian dan Kebeginian dalam Dzikir Khofi

Di sini, Begini, …

Malam berganti pagi. 
Sunyi sepi di sudut kamar ini. 
Aku di sini begini dan akan selalu begini sampai kata begini tak kan pernah ada lagi, tak kan mampu kuucap lagi dengan bibir ini.
Aku akan terus begini, di sini, hingga akhir nanti,
kapankah hari nanti, 
saat hari tak berganti lagi,
kapankah itu terjadi, 
terjadi saat diri tak ingat lagi segala sesuatu pernah terjadi,
kapan saat itu terjadi,
terjadi saat kita tak mampu lagi bertanya kapan itu terjadi, 
kapankah itu terjadi, 
saat raga ini tak berjiwa lagi, 
saat diri sudah tiada di dunia ini,
saat diri harus kembali menghadap Ilahi.
kita akan terus begini, di sini, dan kelak nanti saat kembali ke pangkuan Ilahi.
beginilah sejak dini dan sejak kita masih di sini. Sunyi dalam dekapan Dzikir Khofi.
Kanzul ‘Arsy, 5 Oktober 2015

Comments

comments

Check Also

3 Tanda Seseorang telah Tenggelam di Lautan Dzikir

Pokok Dzikir itu nikmat dan manis [Wa ashlu ad-dzikr attaladzu wal halawah]. Jika seseorang telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *