Breaking News
Home / About

About

Tentang Abah Jagat 
ABAH JAGAT lahir pada 21 Oktober 1976 atau 27 Syawal 1396 H. Ia menghabiskan masa kecilnya di sebuah dusun Sindangkasih, Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia.

Selepas SD (Sekolah Dasar), ia pergi nyantri di Pondok Pesantren milik kakeknya di kampung Benda, Cipedes, Tasikmalaya. 

Selama 3 (tiga) tahun mondok, Abah Jagat kecil belajar ilmu alat (ilmu nahwu, i’rob, shorof, balaghah, mantiq) kepada kakeknya, KH Usman Aminulloh, murid langsung dari ulama besar dan perintis salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia, Persatuan Islam (Persis), yakni KH Ahmad Hassan Bandung. Setelah menamatkan Tsanawiyyah, ia kembali ke kota kelahirannya.

 
Sambil ‎menamatkan Mu’allimien di Pesantren Persis rintisan ayahandanya, KH Yusuf Yudhamargana, Abah Jagat aktif membantu kegiatan dagang (sendal-sepatu) di kios kecil milik ayahnya, yang berlokasi di pasar tradisional tetangga dusun, Pasar Rebo, terletak tidak jauh dari Pesantren.
 
Setelah merampungkan pendidikan tingkat Aliyah, Tahun 1996, Ia hijrah ke Ciputat, Tangerang Selatan, melanjutkan studi sarjana strata 1 (satu). Ia diterima di Perguruan Tinggi Islam Negeri, di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta –dulu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah.
 
Selama di bangku kuliah, Abah Jagat aktif dalam kegiatan jurnalistik di majalah kampus. Gemar menulis artikel untuk jurnal ilmiyah di lingkungan kampus dan juga media skala nasional.
 
Ia juga seorang aktivis di organisasi intra dan ektra kampus, mencapai puncak karir sebagai Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) tingkat Universitas melalui pemilu langsung untuk pertama kalinya setahun setelah reformasi 1998. Sering terlibat dalam kegiatan ekstra kampus, termasuk demontrasi mahasiswa untuk keadilan dan reformasi kebijakan.
 
Kehidupan menjadi aktifis mahasiswa tidak menghalangi tekadnya untuk menuntaskan studi dengan tepat waktu bahkan lebih cepat. Hanya memerlukan 3,5 tahun ia menuntaskan studi sarjananya. Lulus dengan predikat tsumma cumlaude, sekaligus, terpilih menjadi lulusan terbaik tingkat Fakultas.   
 
Memulai karir sebagai wartawan pro di Harian Nasional RAKYAT MERDEKA. Karena sudah jadi wartawan semasa kuliah, dalam waktu kurang setahun sudah dipercaya menjadi redaktur halaman 1 (front-page editor) Rakyat Merdeka. Sambil bekerja sebagai redaktur, ia melanjutkan studi pascasarjana (Strata 2) di kampus yang sama dengan mendapat beasiswa dari TA Foundation. Namun baru berjalan setahun sudah mendapatkan tantangan baru.
 
Dua tahun bekerja sambil kuliah S-2, ia mendapat kesempatan beasiswa dari almamaternya: studi sarjana (BSW) dan pascasarjana (MSW) di kampus “Harvard”-nya KanadaMcGill University School of Social Work,Montreal, Kanada. Lulus memuaskan, dengan Indeks Prestasi Kumulatif: 4. Seluruh mata kuliah diselesaikan dengan nilai A penuh. Selama studi di Propinsi Quebec itu, Abah Jagat banyak bergaul dengan berbagai komunitas masyarakat di sana seperti kaum gay, lesbi, juga para aktivis: lingkungan, fair-trade, dan perjuangan hak asasi manusia khusus di wilayah-wilayah bergolak.
 
Sekembali studi, Abah Jagat diminta untuk mengabdi sebagai dosen tetap di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta. Setelah purna tugas mengajar di kampus, ia diminta untuk tetap berkontribusi di perusahaan media tempatnya bekerja dulu.‎
 
Jadilah… pagi-pagi mengajar menjelang sore bekerja dan mengembangkan jaringan melalui media.
 
Dalam perjalanan, sempat dipercaya menjadi Staf Khusus Menteri BUMN Republik Indonesia Dahlan Iskan, yang merupakan pemegang saham mayoritas group media Jawa Pos.
 
Melalui media dengan jaringan terluas di Indonesia itu pula, Abah Jagat, yang di kalangan media dikenal dengan inisial BRH, menekuni sisi bisnis media hingga dipercaya untuk ikut memegang kendali perusahaan sebagai Direktur Pembinaan dan Pengembangan Usaha salah satu media holding Jawa Pos, yakni, Rakyat Merdeka Group.
 
‎Atas prestasi mengembangkan usaha, Abah Jagat dipilih untuk masuk menjadi salah satu pemegang saham di Media Holding Company yang mengelola lebih dari 12 perusahaan media dan non-media dengan total aset lima ratus miliar rupiah. Ia juga mengelola perusahaan milik sendiri di bidang properti dan retail. 
 
‎Selain mengelola perusahaan dan mengajar di kampus, bersama sang istri, sejak 2009 Abah Jagat merintis, membangun, dan mengembangkan jaringan lembaga pendidikan Islam Pesantren Peradaban Dunia JAGAT ‘ARSY yang berpusat di kawasan elit Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong, Tangerang Selatan, Banten. ‎(Foto dengan santri dan sedang ceramah)
 
Di atas areal seluas 3.1 hektar itu, ia dan istri mengasuh santri lebih dari 100 anak dan memusatkan aktivitas keumatan. Beberapa kegiatan kajian keagamaan dan kemasyarakatan rutin dilakukan di bawah Yayasan Jagat ‘Arsy.
 
‎Meski sibuk, ia tak lupa menyelesaikan program doktoralnya di Tilburg University, Belanda. Bolak-balik Jakarta-Amsterdam.
 
‎‎Di organisasi kemasyarakatan, Abah Jagat tercatat sebagai Wakil Ketua Dewan Tafkir Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) dan aktif sebagai Mudir Idaroh Wustho’ Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdly (JATMAN) Propinsi Banten, sekaligus merupakan ikhwan di Thoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya (TQN PPS), dan mendapat kepercayaan sebagai Pembantu Khusus Abah Aos, Syeikh Mursyid TQN PP Suryalaya.
 
Di organisasi profesi, Abah Jagat tercatat sebagai Bendahara Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Comments

comments